Senin, 12 Desember 2011

Tanda-tanda slah memilih pasangan ...

0 komentar
Hubungan cinta yang telah berjalan lama, namun tak juga berujung pada pernikahan kadang menimbulkan pertanyaan "Apakah ia orang yang tepat?". 

Berikut beberapa tanda bahwa kamu telah memilih pasangan yang tidak tepat.

1. Tidak bahagia

Walau memiliki pasangan, namun saat bersamanya kmu tak merasa bahagia. Bahkan tak jarang kamu sengaja menghindari jadwal-jadwal bertemu dan kencan. jika ketidakbahagiaan sudah melanda, untuk apa sebuah hubungan harus diteruskan?

2. Merasa rendah diri saat bersama pasangan
Bersama pasangan tak membuatmu tersenyum bahagia, sebaliknya perasaan rendah diri justru melanda. Sikap pasangan yang dominan dan superior membuatmu selalu merasa melakukan kesalahan. Apapun yang kamu lakukan seakan tak pernah cukup baginya.

3. Membuat Anda jauh dari sahabat juga keluarga
Pasangan seolah ingin memiliki kamu sendirian. Jangankan untuk bersilaturahmi dengan sahabat, bertemu dan mengambil hati orang tuamu saja ia enggan melakukannya. Ketimbang bertandang ke rumah dan mengakrabkan diri dengan keluarga, kekasih lebih suka mengatur janji untuk bertemu kamu di tempat lain. Misalnya pusat perbelanjaan.

4. Tidak memiliki tujuan yang sama
Jika ingin hubungan menuju ke jenjang yang serius, tentunya kamu dan pasangan harus memiliki tujuan hidup yang sama. Jika sudah menjalankan hubungan sekian lama, namun kamu dan pasangan tetap tidak memiliki tujuan yang sama, maka ada baiknya untuk menilai ulang hubungan tersebut.

5. Menyangkal kebenaran

kamu sudah menyadari ada yang salah dengan hubungan yang tengah dijalani. Namun entah karena apa, kamu terus melakukan penyangkalan. Terkadang tekanan dari umur yang terus bertambah serta keinginan untuk segera menikah membuat hati dan pikiranmu tak bisa melihat kesalahan-kesalahan yang ada dalam hubungan. Jangan sampai terjebak dalam kesalahan ini, dan membuat keputusan yang akan kamu sesali seumur hidup.

Memilih pasangan hidup bukanlah sesuatu yang harus dilakukan terburu-buru dan di dalam tekanan apalagi ketepaksaan. Jangan sampai salah memilih pasangan hidup.

Semoga berbahagia!

Minggu, 04 Desember 2011

I’m your prickle…

0 komentar

Ini sebuah mimpi terindah yang sedang aku alami …

Dan lagi…
Untuk kesekian kali, kesalahan itu membuat aku tersenyum sumringah. Sesungguhnya aku tau, ada seseorang yang menangis dibalik semua kebahagiaanku. Andai saja dia tau.

Ricuh riuh suasana sekitar lapangan hijau yang aku duduki, tidak akan bisa menggoyahkan lamunanku saat ini. Tak cuma sekali pedagang-pedagang asongan itu menghampiri dan menawarkanku minuman dingin. Tapi tetap tak ku hiraukan. Tertalu indah untuk aku akhiri semua saat ini, begitu peka kini persaanku terhadap semua kebahagiaan yang aku munculkan sendiri.
Akhirnya aku disadarkan oleh sebuah tepuak keras di pundakku .
“Apaan sih, bisa dong sedikit sopan sama perempuan.?” Begitu kataku ketika tau seseorang yang menepuk pundakku tadi adalah Westa.
“Alaaaahh, gitu aja marah. Uda dong ngelamunnya, dari tadi di liatin begitu terus. Kaya orang gila tau ga.?!” Jawab Westa sambil mengacak-acak rambutku.

Sejenak kita terdiam, aku tetap melanjutkan lamunanku. Sesungguhnya yang menjadi mimpi indahku saat ini adalah Westa. Westa dan semua cintanya. Cinta yang seharusnya tidak pernah datang kepada kami dalam situasi seperti ini. Cinta yang sangat membingungkan.

“Gimana si Vanni.??” Tanyaku pada Westa.
“Gimana apanya.?? Dia masih baik-baik aja. Cemburu yaa.??” Goda Westa.
“Ya ampun, cemburu sama dia. Ga lah. Aku juga uda ada Vino.” Aku langsung berdiri dan menjauh dari Westa.
“Eh, mau kemana.?? Aku dating kesini sengaja buat ketemu kamu, aku pengen kita ada kepastian soal yang kemarin.” Westa memegang tanganku dan mencegah aku pergi.

Aku langsung melepas tangan Westa dengan kasar, dan berlari meninggalkan dia mematung menatapku berlari.
“Maafkan aku, aku Cuma ga pngen ada yang tersakiti karena kita”


Bbbrrraaaaaaakkkkkkk….
Aku menghempaskan badanku di kasur, tangisku pecah. Sejenak aku larut dalam dilema ini, dalam kebimbangan hatiku. Dalam segenap rasa dan asaku yang berbeda. Kubenamkan kepalaku di dalam bantal dan aku berteriak “WESTA, I WANT YOU. I WANT YOU SO BADLY.!”
Dan aku tetap dalam posisi semula sampai sinar pagi memasuki celah kamarku dan menghangatkan tubuhku. Aku tidak ingin membuka mataku pagi ini, aku takut semua mimpiku berakhir. Dan aku juga tak ingin memulainya lagi.
Sampai dering wekerku berbunyi, mau tidak mau aku harus beranjak dari tempat tidurku.

Aku melaju dengan kecepatan sedang, menghadapi kemacetan yang sudah terlalu biasa untuk sebuah ibu kota. Aku sama sekali tidak berharap untuk bertemu Westa hari ini.
Ttiitiittiitttt…
1 pesan masuk dalam ponselku, belum juga aku selesai berharap agar tidak bertemu Westa. Ternyata dia sudah mengirim pesan singkat ke dalam ponselku.

From: Westa

Aku tunggu kamu di lapangan baseball belakang kampus. Please jangan menghindar, aku perlu bicara banyak tentang kita.


Aku langsung membanting ponsel di jok samping mobilku. Dan semakin nanar aku menatap kemacetan ibu kota ini. Sampai akhirnya, aku berenti tepat didepan pintu kampus.

“Pagi neng Nanda?!” sapa satpam kampus yang sangat mengenaliku.
“Pagi pak.” Jawabku seadanya.
“Langsung parkir tempat biasa ya neng.!”
Aku hanya mengangguk dan membawa mobilku ke tempat parker yang di maksut pak satpam tadi.

Aku merapikan semua isi mobilku dan memasukkannya dalam tas, dan aku turun setengah  berlari menuju lapangan baseball belakang kampus. Aku dan Westa memang berada dalam satu Universitas, namun kami berbeda jurusan dan gedung tempat kami belajar. Berharap masalah ini cepat berakhir, walaupun aku harus mersakan keperihan, aku siap. Asalkan aku tidak membuat sakit orang yang menyayangiku.
Ternyata Westa sudah duduk dengan tenang di depan mobilnya…

“Sudah lama.??” Tanyaku sambil ikut duduk di samping Westa.
“Eh, maaf.” Sambil mematikan rokok dan membuangnya puntungnya. “Belum sih, lama amat.??” Protes Westa saat aku datang.
“Namanya juga ibukota, macet. Kecuali bapak kamu Presidennya, mungkin ga macet.” Aku berbicara sambil melotot ke wajah Westa.
“Hahahaha, apa hubungannya.? bisa aja kamu.!” Jawabnya singkat.
“Udalah, ada apa.?? Aku ada kelas pagi hari ini.” Aku benar-benar ingin cepat mengakhiri semuanya hari ini.
“Gimana.?? Apa kita masih bisa.?? Aku benar-benar mencintaimu Nanda. Aku tidak pernah ingin mengakhiri semuanya di sini. Tapi aku harus melakukannya. Ga mungkin kita bisa selamanya menjalain hubungan ini, sedangkan kita sudah mempunyai pasangan masing-masing.” Mata Westa berkaca-kaca, pertanda dia amat terpukul dengan semua ini.

“Aku sudah ga bisa berbuat apa lagi, aku akan mengikuti permintaanmu kali ini. Mungkin ini yang terbaik buat kita”. Kataku datar, aku sudah tidak bisa menahan keperihan yang semakin tajam menusuk-nusuk hatiku. Air mataku sudah tidak dapt dibendung lagi, ini sebuah keputusan yang sangat sulit bagiku. Aku harus mengakhiri semuanya sekarang.

Sesaat kita terdiam, sampai akhinya Westa menarikku dalam dekapannya.
“Maafkan aku sudah membuatmu masuk ke dalam hidupku, membuatmu merasakan keperihan ini. You’re always my prickle rose, Nanda”.
Aku hampir tidak bisa mendengar kata-kata Westa dengan jelas, suaranya berderu beriringan dengan serak tangisnya yang tertahan. Sekali lagi dia berkata…
“Kamu akan selalu jadi mawarku yang berduri, sekalipun kamu mawar tapi kamu membuatku merasakan keperihan duri yang ada pada dirimu, maafkan aku Nanda”. Akhirnya melepaskan pelukannya.
Aku berjalan dengan langkah gontai meninggalkannya, sambil sesekali aku menyapu air mata yang tak berenti menetes di pipiku. Kali ini aku mendapatkan hujaman seribu mata pisau di hatiku, menyayat dan mencabik-cabik hatiku. Aku kehilangan Westa sekarang dan aku harus merelakannya. Selamat tinggal Westa, biarkan ini hanya menjadi kenangan dua hati yang tidak mungkin bisa bersatu.

“Terimakasih buat segalanya, buat kebahagiaan yang selama ini kamu hadirkan buatku. Yes, I’m just your prickle, and always your prickle”.

Dan ini saatnya aku menutup lembaranku tentang Westa dan semua cintanya.

Senin, 26 September 2011

Bukan Akuu ...

0 komentar

Kegiatan yudisium yang di laksanakan kemarin sepertinya buat aku sedikit ga beruntung . Ceritanya dimulai waktu acara udah kelar dan rapat evaluasi di laksanain . Ga disangka ga dinyana, kerjaanku yang aku kirain uda baik ternyata masih bnyak kurangnya . Sindiran-sindirannya pun meluncur keluar masuk kuping ku . turun ke hatiku . Emosi tingkat khayangan level 12 lah aku, aku menangis sejadi-jadinya . Itu awal kejadian yang belakangan ini buat aku ga beruntung . Sial.!!

second,,
Aku teledor .!! Oh god Dragon . aku ngasi minuman expired ke temen-temenku .!! minuman yg gak bole aku sebutkan merknya . tentu saja . dan aku harap semua temenku ga kenapa-napa yah :'(

Aku SMS, ga di bales.
Mau telvon. ga berani.
Ketemu, aku menghindar.
Maafkan aku yah. aku ga tau dan ga ada niat sedikit pun buat nyelakain kaliann . Seharusnya aku berani buat minta maaf dan ngmong langsung . tapi krena mental ku tempe, setiap ketemu pun aku ngacir kebirit-birit.

itu belum slse . usut di usut . headset temenku pun aku ilangin . Sesuatu banget yah.?? sialan ga tu . alhasil aku harus beliin headset yang baru, dan itu pun harganya ga murah. Dosa apa aku yaa.?? Duitku amblas . Mukaku udah rata sekarang . Pengen ngumpet di bwah tangga rasanya . dan mungkin seperti inilah diriku .

ini adalah hal terbaik yg harus di lakukan saat aku malu :'(

Please .!! forgive me . itu bukan mauku dan bukan semata salahku . ga ada niat sedikitpun buat jahatin kalian . Manusia emang ga ada yg sempurna . tapi kayanya aku kebangetan banget buat kali ini . ni aku lakuin buat yang pertama dan terakhir . oke .!! aku berjanji untuk ga ngulangin kebodohan dan ketedoranku lagi . jadi tolong banget maafin aku dan semua kesalahanku .

Rabu, 07 September 2011

Talk Less and Do More

0 komentar

            Mengapa kebanyakan orang lebih suka banyak bicara daripada bekerja atau melakukan yang sudah dia katakan.?? Mungkin salah satu alasannya karena tidak semua yang sudah dikatakan sesuai dengan hati si pembicara, sehingga perkataannya hanya sebagai tameng bagi dirinya tapi pelaksanaannya nihil alias nol besar. Hampir setiap orang ingin dirinya terlihat baik dimata orang lain sehingga banyak hal dilakukan, termasuk berkata bohong sehingga dirinya terlihat baik. Padahal hal tersebut membuat dirinya semakin terjebak dalam kebohongan yang menahan seseorang untuk maju. Kebohongan itu akan terus menjadi kebohongan dan akan semakin parah sebelum seseorang tersebut memberanikan diri untuk membeberkan apah yang sebernarnya ada pada dirinya
            Seseorang berani memberikan nasihat kepada orang lain tentang semua hal yang baik, padahal dirinya sendir belum tentu melaksanakannya. Hanya agar dirinya terlihat lebih dewasa, pandai bergaul dan sebagainya. Lebih sering terlihat pada hubungan asmara pasangan muda. Salah satu pihak selalu mengatur pasangannya, sedangkan dirinya tidak pernah melaksakan peraturan yang sudah dia buat untuk mengatur orang lain. Hal itu sering memicu pertengkaran dalam suatu hubungan, hanya karena salah satu pihak selalu mengatur, sedangkan dia tidak mau di atur
.
”Yang, kamu jangan main belakang ya sama aku. Karna aku juga ga akan main belakang sama kamu.”
Pasti kebanyakan ce percaya dengan sepenggal janji-janji manis seperti itu. Tapi nyatanya.?? Yang tidak pernah kita sangka, dia (yang member janji) yang main belakang sama kita. Percaya ga percaya, sebagian besar kaum wanita yang sering jadi korbannya. Yah, mungkin karena cewe mikirnya pakai hati, sedangkan cowo pakai logika. Sehingga cewe lah yang sering teripu.

Mohon maaf bila ada kesamann watak dan sifat, ini untuk perumpamaan semata :)

 Maaf ya buat cowo-cowo. Tapi semua ini ga berlaku ke semua cowo kok. Buat yang ga ngerasa jangan marah dan junjung tinggi lah harga diri wanita. Jangan pernah membuat orang yang kamu saysang menangis karena kebohonganmu, karena akan menyakitkan bila ada seseorang yang membantu menghapus air matanya. Ok.??!


Belajarlah mulai sekarang untuk berkata lebih jujur. Sekolah bukan ngajarin kita untuk pintar membodoh-bodohi orang. Tapi mengajarkan kita untuk lebi menghargai diri kita sendiri dengan sebuah kejujuran dalam kondisi apapun.  Junjung tinggilah kejujuran. Seseorang akan lebih menghargai kita apabila kita bisa sedikit lebih jujur dalam berkata dan berbuat. Talk less and more action. Terapkan prinsip itu mulai sekarang. Keep spirit :)

Selasa, 06 September 2011

Who are in my heart.?

0 komentar

beribu terimakasih tentunya kepada Allah SWT telah melahirkan aku ke dunia ini dalam keadaan sehat, dan tidak kurang suatu apapun. Tidak pernah menyangka bisa lahir dan tumbuh hingga sekarang dalam keluarga yang harmonis, keluarga yang benar-benar mendidik aku menjadi anak yang berguna dan bisa menjadi seperti sekarang. Karena ridho Allah SWT lah aku bisa seperti ini. Maka dari semua itu, yang paling pertama mengisi hatiku adalah Tuhan yang telah membantu mama papaku melahirkan aku mendidik aku hingga saat ini, yaitu Allah SWT.


Tanpa beliau di hatiku mungkin saat ini aku sudah berada di jalan yang tidak benar. Tidak bisa merasakan kenikmatan seluar biasa ini, dan mungkin saja aku tidak bisa menghirup serta merasakan indahnya dunia ini. Jadi, sampai aku mati nanti insyaallah Allah SWT lah yang selau di hatiku, yang abadi menuntunku. Amien…
Orang kedua yang mengisi hatiku tentu saja mama, papa, dan kakak ku (:

Ya Rabbi, mungkin tanpa mereka aku pun akan sengsara. Secara sampai sebesar ini aku ga bisa lepas sama sekali dari perhatian dan kasih sayang mereka. Bukan mau ku untuk di lahirkan sebagai anak bungsu, tapi sudah ditakdirkannya lah aku lahir sebagai anak ke 2 dari 2 bersaudara. Kakak ku sudah berumah tangga, dan tinggal aku sekarang yang mungkin menjadi perhatian penuh mama dan papa. Bukan salah ku dong kalau aku jadi anak yang amat sangat manja. Tapi, sekarang aku mulai belajar sedikit mengerti ga semua yang aku mau harus di turutin. Dan mulai belajar megang pekerjaan rumah tangga (ketauan ya kalau aku males.??).
dari kiri : mama tercinta, reza tersayang, papa tercinta
Makasi ya mama, papa. Uda besarin Ninna dan ngedidik Ninna sampai sekarang, Ninna ga mungkin bisa bales semua yang sudah mama papa lakuin buat Ninna. Tapi tenang aja, Ninna bakal buktiin Ninna bisa jadi orang sukses dan bahagiin kalian suatu saat nanti. I Love You ma, pa. I can be better for u :’)
Makasi juga buat mas, yang udah mau jagain aku. Jangan pernah berubah, tetep jadi kakak yang sayang aku.

Dan orang ini mungkin yang selalu buat aku ketawa.
Upa dan Uut. Ga jauh beda sama upin dan ipin sih mereka, tapi jangan salah aku bukan kak Rosnya :) mereka sahabatku, yang belum lama aku kenal juga, yah baru semenjak aku masuk di kampus ini (Politehnik Negeri Bali – Akuntansi). Klop banget rasanya sama mereka, dari jalan-jalan bareng, makan bareng, sampai hunting bareng (yang jelas mandi ga bareng lah. Hee). Sampai punya pengalaman nginep bareng sama mereka. Thx for all ya guys.
dari kiri: upa,uut, akuu :)
Dan mereka-mereka yang ga bisa aku sebutin satu-satu di sini. Thx banget dah pokoknya.
Panitia OAK

HMJ Akuntansi

Postingan perdana ini aku buat bukan untuk sampul CD atau skripsi, tapi cuma sekedar untuk mengucapkan terimaksih sama mereka-mereka yang sudah menuhin hatiku. Ditunggu postingan selanjutnya yaa….