Minggu, 30 Desember 2012

Perang Batin, haruskah??

0 komentar
Rasanya dulu, mencintaimu itu kebahagiaan yang tiada tara yang sanggup membuat aku melupakan masa lalu yg begitu sulit untuk dilupakan *bagiku*.
Tapi kali ini rasanya sudah berbeda, jauh berbeda dari beberapa bulan yang lalu saat pertama kamu bilang CINTA padaku...
Yakin,
ini baru menginjak bulan ke-empat. dan rasanya aku seperti mengenal seseorang yang berbeda. jauh berbeda dari seseorang yang pertama aku kenal.

Dulu,
8 September 2012
Kata-kata yang keluar dari mulutmu bagaikan emas yang sangat berharga. harapan yang sungguh bermakna bagiku. membuat aku buta dari segala hal selain kamu.
Dulu,
Jarak tidak bisa sedikitpun memisahkan, tidak sedikitpun memberi celah, tidak sedikitpun menjadi masalah
Dulu,
3 jam serasa satu hari..

tapi sekarang,
Mencintaimu aku rasa merupakan hal yang salah yang aku lakukan. Mencintaimu bagaikan sebuah beban yang teramat berat yang aku tanggung sendiri.
Aku tidak perna menyesal perna mngenalmu, tidak perna menyesal perna mencintaimu. Karna sampai detik ini pun aku masih mencintaimu dengan tulus.
Walupun kamu bilang, ucapanku kamu permasalahkan. kekuranganku yang selalu kau ributkan. pengorbananku yang tidak perna kau lihat. cemburuku yang berlebihan...

Sadar,
Aku tidak lebih dari seorang pemuja yang dipunggungi olehmu. aku iklas :"

Teruslah seperti itu,
karna suatu saat nanti akan ada saat dimana aku benar-benar telah merasa lelah hingga aku benar-benar tidak lagi menegurmu, hingga aku benar-benar tidak lagi mendesakmu, bahkan benar-benar tidak mengingatmu lagi

Bukan cinta yang memudar,
tapi kau yang membuatku terbiasa tanpa perhatianmu,
kau yang membuatku terbiasa tanpa dirimu,
kau yang membuatku terbiasa tanpa panggilan sayangmu,
kau yang membuat aku seakan tak membutuhkanmu,
Dan,
kau yang membuat aku seperti tak berarti dimatamu

bertahan ataukah pergi. Perang batin ini, Haruskah terjadi?